Lokot Nasution Dialog Bersama Warga Medan: 4 Pilar Bukan Sekadar Hafalan
Medan, 13 September 2026 - Anggota DPR RI Komisi V sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara, H. Muhammad Lokot Nasution, ST, melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama masyarakat di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 150 masyarakat tersebut berlangsung interaktif. Peserta menyimak dengan seksama materi yang disampaikan Lokot Nasution mengenai pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaiannya, Lokot menegaskan bahwa 4 Pilar Kebangsaan tidak boleh berhenti sebagai materi yang hanya dihafalkan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“4 Pilar bukan sekadar untuk kita hafalkan. Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila, konstitusi, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Lokot.
Menurut Lokot, tantangan menjaga persatuan bangsa saat ini semakin kompleks. Perbedaan pilihan politik, pandangan, maupun latar belakang masyarakat sering kali dapat memicu perdebatan, terlebih dengan cepatnya arus informasi melalui media sosial.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan meskipun memiliki perbedaan pandangan.
“Kita boleh berbeda pilihan dan berbeda pendapat. Tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita kehilangan persaudaraan. Kita adalah satu bangsa, satu Indonesia,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Lokot juga membuka ruang dialog dengan masyarakat. Sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan dan pandangan mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk bagaimana menyikapi perbedaan pendapat di lingkungan tempat tinggal.
Menjawab pertanyaan tersebut, Lokot mengatakan bahwa masyarakat perlu mengedepankan musyawarah dan menghargai pendapat orang lain ketika menghadapi perbedaan.
“Kalau ada perbedaan, jangan langsung menjadi konflik. Kita punya Pancasila, khususnya sila keempat yang mengajarkan musyawarah. Duduk bersama, bicara baik-baik, dan cari solusi yang bisa diterima bersama,” jelasnya.
Selain persoalan kehidupan bermasyarakat, peserta juga menyoroti tantangan di era digital, khususnya penyebaran informasi yang belum tentu benar di media sosial. Menanggapi hal itu, Lokot mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dan tidak mudah menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan keresahan maupun perpecahan.
“Sekarang menjaga persatuan bukan hanya di lingkungan kita, tetapi juga di ruang digital. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai kita ikut menyebarkan sesuatu yang akhirnya membuat masyarakat terpecah,” ujarnya.
Sebagai Anggota DPR RI Komisi V, Lokot juga berdialog mengenai berbagai persoalan pembangunan dan kebutuhan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam mendorong pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya memiliki hak untuk mendapatkan pembangunan, tetapi juga memiliki peran untuk menyampaikan kebutuhan, memberikan masukan, serta ikut mengawasi pembangunan di lingkungan masing-masing.
Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah peserta secara aktif menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan Lokot Nasution. Dialog tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan Sosialisasi 4 Pilar karena masyarakat tidak hanya menerima materi, tetapi juga dapat menyampaikan pandangan dan persoalan yang mereka hadapi.
Lokot berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi pedoman kita bersama. Menjaga Indonesia bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita semua,” pungkas Lokot.
Komentar