BPKAD Bengkalis Raih Predikat Sangat Baik, Tapi Rp.336 Miliar Anggaran Tak Terserap.

Daerah | 14 Sep 2026 12:30:31
BPKAD Bengkalis Raih Predikat Sangat Baik, Tapi Rp.336 Miliar Anggaran Tak Terserap.

BENGKALIS– Sebuah paradoks muncul dalam Laporan Kinerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bengkalis Tahun 2025. Di satu sisi, instansi yang bertugas mengelola keuangan daerah tersebut memperoleh nilai akuntabilitas kinerja kategori BB (Sangat Baik). Namun di sisi lain, realisasi anggarannya hanya mencapai sekitar 55,88 persen, menyisakan lebih dari Rp.336 miliar yang tidak terserap hingga akhir tahun anggaran.

Angka tersebut bukan nilai yang kecil. Dengan nominal sebesar itu, publik berhak mengetahui program apa saja yang tidak terlaksana, siapa yang bertanggung jawab, dan apa dampaknya terhadap pelayanan masyarakat. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: apakah predikat "Sangat Baik" benar-benar mencerminkan kinerja riil, atau hanya menunjukkan keberhasilan memenuhi indikator administratif? Dalam dokumen laporan, BPKAD juga mengakui masih terdapat berbagai kendala yang memerlukan perbaikan melalui peningkatan kualitas perencanaan, monitoring, evaluasi, serta koordinasi internal.

Pengakuan ini memperkuat dugaan bahwa masih terdapat persoalan tata kelola yang perlu dibenahi. Bagi masyarakat, persoalan utama bukan sekadar angka serapan. Yang lebih penting adalah manfaat yang seharusnya diterima publik dari anggaran yang telah dialokasikan. Ketika ratusan miliar rupiah tidak digunakan, maka muncul pertanyaan mendasar: apakah perencanaannya yang bermasalah, pelaksanaannya yang lambat, atau target anggarannya yang sejak awal tidak realistis? Media akan terus menelusuri rincian program yang menyebabkan rendahnya serapan tersebut, termasuk meminta klarifikasi resmi dari Kepala BPKAD, Inspektorat, TAPD, serta Pemerintah Kabupaten Bengkalis agar publik memperoleh penjelasan yang utuh dan berimbang. 

Komentar
Guest