Pengemudi Pajero Tabrak Pemotor Secara Brutal, Korban Alami Patah dan Luka Serius

Hukum & Kriminal | 05 Aug 2026 18:32:39
Pengemudi Pajero Tabrak Pemotor Secara Brutal, Korban Alami Patah dan Luka Serius

PEKANBARU -- Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) yang terjadi di Jalan Arifin Achmad, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau pada Sabtu pagi, (01/8/2026) sekitar Pukul 07.30 WIB.Peristiwa Laka Lantas hebat itu bermula saat korban pertama, Bowoziduhu Bawamenewi / Bomen (46) memulai perjalanan dari Simpang Tiga, Bukit Raya menuju Panam.

Saat masuk ke Jalan Sudirman dan belok kiri masuk ke Jalan Arifin Achmad, tidak jauh setelah melewati SPBU, korban Bomen sempat mendengar suara kendaraan di belakangnya dengan sangat keras seperti suara Knalpot Brong berkecepatan tinggi.

Mendengar suara itu, semula posisi korban di tengah jalan mengendarai Sepeda Motor Beat Delux lalu dengan segera minggir ke tepi jalan, namun korban tidak menyadari lagi kejadiannya karena terseret oleh mobil Pajero BM 8005 LJP yang dikendarai oleh Nico Armedi Sihombing (37).

Bomen mengalami lupa serius hampir sekujur tubuh di bagian kedua Kaki, Paha atas, Punggung dan Bahu serta Leher. Merasakan kesakitan di bagian Punggung bawah, kedua Bahu dan Leher karena terbanting dan terguling.

Usai menyeret Bomen, kemudian pengemudi Pajero berwarna Putih Hitam itu terus tancap gas hingga menyeret 2 orang korban lainnya yang juga mengendarai Sepeda Motor Beat.

Pengendara Beat korban kedua yang turut diseret mobil Pajero itu diketahui bernama Taufik dan Zul Efandi. Zul yang dibonceng oleh Taufik dihantam hingga mengalami patah dan luka serius.

Sedangkan Taufik, terpental hingga ke seberang jalur arah ke Jalan Sudirman. Taufik diketahui mengalami luka-luka setelah terpental ke seberang jalan.

Saat kejadian, Zul melihat Pajero menabrak Bomen sangat keras dan terseret, lalu kemudian Pajero itu menabrak Zul bersama Taufik.

"Saya dibonceng oleh Taufik, mendengar suara keras di belakang, saya lihat, Pajero itu langsung menabrak korban pertama, kemudian menabrak kami. Taufik pun sempat saya cari, ternyata terpental ke seberang jalan," kata Zul.

Kedua Sepeda Motor Beat mengalami kerusakan cukup parah, sedangkan mobil Pajero juga mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan.

Saksi lainnya inisial (PT) yang mengendarai mobil Maxim mengungkapkan, bahwa ia melihat Pajero mulai dari SPBU, mengemudikan kendaraan ugal-ugalan berkecepatan tinggi dan suara bising hingga menyeret korban sekitar 80 - 100 keter.

"Kami beriringan mulai dari SPBU, saya di belakang sampingnya melihat pengemudi Pajero warna Putih Hitam itu berkecepatan tinggi dan suara mesin bising menabrak korban hingga menyeret sekira 80 - 100 meter. Warga sempat melihat kondisi pengemudi Pajero dalam kondisi mabuk dengan Kaki dan Tubuh menggigil," kata PT.

Laka itu membuat kemacetan cukup panjang, warga pengendara dengan cepat membantu mengangkat ke 3 korban di tepi jalan, Polisi Lalu Lintas (Polantas) pun tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung mengamankan pengemudi Pajero.

Dari keterangan beberapa warga di lokasi, bahwa pengemudi Pajero bersama 1 orang rekannya terlihat seperti Mabuk, Tangan dan Kaki menggigil, rekan pengemudi Pajero juga melarikan diri. Belum diketahui alasan salah satu rekannya kenapa melarikan diri.

Secara sukarela, Diver Maxim membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Jalan Kartini. Tiba di RS Bhayangkara sekitar Pukul 07.55 WIB dan langsung ditangani oleh Tenaga Medis.

Diketahui, Bomen merupakan seorang Jurnalistik dan salah satu Wartawan Senior, sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Daerah, Gabungan Wartawan Indonesia (DPD GWI) Provinsi Riau serta Wakil Sekretaris Jenderal Satria Andalan Forum Utama (DPP SAFU).

"Laka ini terjadi di luar dugaan saya dan korban lainnya. Hanya saja, kami tentu merasa ada yang janggal karena insiden itu kami menilai ada kelalaian pengemudi Pajero, terlihat dari cara mengemudi kendaraan berkecepatan tinggi dan suara mesin cukup keras sebelum menyeret kami, sesuai dengan keterangan sejumlah Saksi di TKP," kata Bomen kepada Awak Media. Rabu, (5/8/2026).

Keluarga Pelaku Kooperatif Kunjungi Korban

Bomen mengungkapkan, pada saat di RS Bhayangkara, Polantas datang mengambil data diri dan keterangan ke 3 korban. Keluarga pelaku, Richi Manullang datang dan menemui ke 3 korban.

Dalam perbincangan itu, pihak yang mengaku dari keluarga Nico bernama Richi Manullang, menyampaikan kepada semua korban untuk menanggung seluruh biaya perawatan korban hingga pulih total.

Selain itu, Richi juga menyampaikan, selain menanggung semua biaya perawatan ke 3 korban hingga sembuh total, ia juga menjamin memperbaiki semua kerusakan dan menanggung biaya perbaikan kedua Sepeda Motor korban.

"Saya Richi Manullang, keluarganya pengemudi Pajero, Nico, Ibu kami bersaudara. Kami meminta maaf atas peristiwa ini, dan kami siap menanggung seluruh biaya perawatan serta menanggung seluruh biaya perbaikan Sepeda Motor korban," kata Richi kepada ke 3 korban di RS Bhayangkara.

Siang Sabtu itu, Richi juga meminta untuk mengantar kedua korban, Taufik dan Bomen ke rumah maing-masing meski sedang menjerit akibat luka parah yang di derita.

Sedangkan Zul, harus menjalani Rawat Inap di RS karena mengalami patah tulang kecil di bagian bawah Kaki kanan untuk menjalani Operasi.

Kini, Bomen masih menjerit kesakitan baik luka maupun Tulang Punggung belakang bagian bawah, kedua Bahu dan Lehernya sehingga kesulitan bergerak. Bomen membutuhkan banyak obat-obatan untuk luka dan jasa Tukang Urut Tradisional untuk menyembuhkan kesakitan di bagian dalam.

Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, Kompol Satrio melalui Kanit Gakkum Lantas Polresta Pekanbaru, IPDA Ikhwanul Fajry, merespon baik keluhan yang disampaikan oleh Bomen.

Bomen menanyakan proses perbaikan Sepeda Motornya dan IPDA Inul meminta korban dan atau keluarga korban datang ke Polresta membawa KTP sebagai syarat proses rekomendasi mengeluarkan Sepeda Motor untuk segera diperbaiki pihak Nico karena dibutuhkan untuk aktivitas Anak Sekolah.

"Baik bang, untuk mengeluarkan Sepeda Motornya, mohon agar dibawa Surat Perdamaian secara Kekeluargaan dan KTP supaya bisa kita keluarkan Motor untuk segera diperbaiki," kata Inul. Rabu, (5/8/2026) via Telepon WhatsApp. *

Komentar
Guest