Forkopimda, Tokoh Lintas Agama dan Tokoh Adat Bersatu Perkuat Kerukunan serta Kebersamaan di Kabupaten Bengkalis
BENGKALIS – Semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan kembali ditunjukkan oleh masyarakat Kabupaten Bengkalis melalui kegiatan yang mempertemukan unsur pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama lintas agama, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta stabilitas daerah.
Hadir mewakili Bupati Bengkalis, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Andri Wahono, AP., M.Si. Kehadirannya menjadi wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis terhadap upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat yang hidup dalam keberagaman suku, agama, dan budaya.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0303/Bengkalis diwakili oleh Danramil Bengkalis, Kapten Yogi Samudra. Dari unsur lembaga peradilan, hadir Sekretaris Pengadilan Negeri Bengkalis sebagai perwakilan Pengadilan Negeri Bengkalis. Sedangkan Kejaksaan Negeri Bengkalis diwakili oleh Kasubsi Penuntutan. Turut hadir pula perwakilan Pos Angkatan Laut (Posal) Bengkalis serta Pejabat Utama (PJU) Polres Bengkalis.

Kehadiran unsur Forkopimda dan instansi vertikal tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Bengkalis. Sinergitas antar lembaga dinilai sangat penting dalam menciptakan suasana yang kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari para tokoh agama dan jamaah dari berbagai agama yang ada di Kabupaten Bengkalis. Hadir tokoh agama Islam beserta jamaah, tokoh agama Kristen Katolik beserta jamaah, tokoh agama Kristen Protestan beserta jamaah, tokoh agama Buddha beserta jamaah, serta tokoh agama Konghucu beserta jamaah. Kehadiran para pemuka agama dan umat dari berbagai keyakinan tersebut menjadi simbol nyata kuatnya toleransi dan semangat hidup berdampingan secara harmonis di Negeri Junjungan.
Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bengkalis, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bengkalis, para tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen yang selama ini berperan aktif dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, seluruh pihak yang hadir menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman yang dimiliki Kabupaten Bengkalis. Perbedaan agama, suku, adat istiadat, dan latar belakang sosial bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling menghormati.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan silaturahmi yang telah terjalin dengan baik antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Sinergi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif, sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Bengkalis.
Kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Kabupaten Bengkalis memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga kerukunan antarumat beragama, memperkuat persaudaraan, serta mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang rukun, damai, dan sejahtera. Dengan semangat persatuan dan toleransi yang terus terpelihara, Kabupaten Bengkalis diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang mampu menjaga harmoni dalam keberagaman demi tercapainya kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Komentar