Siak Kecil Jadi Pelopor Ruang Publik Kreatif di Bengkalis, Ribuan Warga Padati Taman Dayang Senandong Saksikan Reok Jawa
SIAK KECIL - SuaraXPost — Sejak dibukanya Ruang Terbuka Publik Taman Dayang Senandong oleh Bupati Bengkalis Kasmarni pada 27 Februari 2026 lalu, Kecamatan Siak Kecil terus menunjukkan geliat positif sebagai pusat kegiatan masyarakat. Sabtu malam (2/5/2026), ribuan warga tumpah ruah memadati kawasan taman yang berada di halaman Kantor Camat Siak Kecil untuk menyaksikan pertunjukan seni tradisional Reok yang berlangsung meriah.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Ribuan penonton dari berbagai desa di Kecamatan Siak Kecil hadir menikmati hiburan rakyat yang kali ini menampilkan kesenian Reok khas Jawa. Pertunjukan tersebut dibawakan oleh para pelaku seni dari Desa Tanjung Belit yang dipimpin langsung oleh Penjabat Kepala Desa Tanjung Belit, Nilwan, S.IP.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Taman Dayang Senandong bukan sekadar ruang terbuka publik, tetapi telah berkembang menjadi pusat hiburan rakyat, ruang budaya, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Sekretaris Pengelola Taman Dayang Senandong, Yulizar, mengatakan kegiatan seni dan budaya yang digelar rutin setiap malam Minggu dan dilanjutkan pada Minggu pagi ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan fungsi taman sebagai ruang publik yang produktif.

“Hal ini tentunya sesuai dengan program, rencana, dan harapan kita bersama. Dengan dibukanya ruang publik Taman Dayang Senandong oleh Bupati Bengkalis, tempat ini dapat menjadi wadah hiburan masyarakat sekaligus meningkatkan omzet pelaku UMKM jika dikelola dengan tepat,” ujar Yulizar.
Menurutnya, kehadiran masyarakat dalam jumlah besar setiap akhir pekan menjadi peluang besar bagi para pelaku UMKM lokal untuk ikut berpartisipasi, membuka lapak, dan meningkatkan pendapatan. Dampak ekonomi dari kegiatan ini pun mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya warga Desa Siak Kecil dan sekitarnya.
Tak hanya menjadi pusat hiburan, Taman Dayang Senandong kini juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Para pelaku UMKM diberi ruang untuk berjualan dan memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung. Kondisi ini dinilai sangat membantu masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang kini memiliki wadah baru untuk berkembang.
Camat Siak Kecil, Syahnan Ady Kusuma, S.Si.T., M.Kes., menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan para pelaku seni dari seluruh wilayah Kecamatan Siak Kecil, bahkan dari kecamatan tetangga.

“Kegiatan ini akan terus kita laksanakan dengan melibatkan para pelaku seni yang berada di wilayah Kecamatan Siak Kecil, bahkan kecamatan tetangga. Jika ingin berpartisipasi tentu dengan senang hati akan kita akomodir,” ujarnya.
Syahnan juga menegaskan bahwa Kecamatan Siak Kecil merupakan kecamatan pertama di Kabupaten Bengkalis yang menggagas dan melaksanakan konsep ruang publik terpadu seperti ini secara konsisten, dengan menggabungkan hiburan rakyat, pelestarian budaya, olahraga masyarakat, serta pemberdayaan UMKM dalam satu kawasan terbuka.
Keberhasilan kegiatan ini, lanjutnya, tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kecamatan Siak Kecil. Camat Siak Kecil dinilai sangat antusias mendorong lahirnya ruang publik aktif yang dapat dimanfaatkan masyarakat dari berbagai kalangan. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor utama sehingga kegiatan ini dapat berjalan rutin, tertib, dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Selain pertunjukan seni Reok pada Sabtu malam, rangkaian kegiatan akan terus berlanjut pada Minggu pagi dengan senam massal dan perlombaan bagi anak-anak PAUD. Agenda ini menjadi bagian dari komitmen Kecamatan Siak Kecil dalam menjadikan Taman Dayang Senandong sebagai pusat aktivitas masyarakat yang hidup, sehat, kreatif, dan produktif.
Dengan tingginya partisipasi masyarakat dan besarnya dampak ekonomi yang dirasakan warga, Taman Dayang Senandong kini menjelma menjadi ikon baru Kecamatan Siak Kecil. Bukan hanya sebagai ruang hiburan, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi rakyat dan pelestarian budaya lokal di Kabupaten Bengkalis.
Komentar