Akademisi IAIN Ajak Masyarakat Dukung Polres Bengkalis Berantas Narkoba
BENGKALIS - SuaraXPost – Intensitas pemberantasan narkotika di Kabupaten Bengkalis menunjukkan peningkatan drastis sejak tongkat komando kepolisian resor (Polres) dipegang oleh AKBP Fahrian Saleh Siregar. Operasi besar-besaran yang dilancarkan selama empat bulan terakhir telah menciptakan gelombang tekanan besar bagi para pelaku tindak pidana penyalahgunaan barang haram di seluruh penjuru wilayah yang dikenal sebagai pintu masuk utama narkoba karena berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Apresiasi tinggi datang dari kalangan akademisi, salah satunya Muhammad Irwanto, S.H., M.H., Dosen Program Studi Hukum Tata Negara IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
Dalam pernyataannya, Irwanto memuji langkah tegas Polres Bengkalis yang telah membuktikan komitmen nyata dalam membersihkan "Negeri Junjungan" dari jeratan peredaran gelap narkoba. Data menunjukkan keberhasilan signifikan dengan diringkusnya ratusan tersangka, mulai dari pengedar skala kecil hingga bandar besar.
Irwanto menilai bahwa ketegasan aparat penegak hukum saat ini merupakan jawaban atas keresahan masyarakat selama ini. Langkah menjebloskan para pelaku ke sel tahanan tanpa pandang bulu menjadi bukti bahwa hukum tegak berdiri di wilayah Bengkalis.
"Tindakan represif ini sangat krusial untuk memberikan efek jera sekaligus memutus rantai pasokan narkotika yang sering memanfaatkan jalur laut di wilayah perbatasan," ucap Irwanto Senin (27/4/2026).
Lebih lanjut, Irwanto menekankan bahwa sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat dengan aparat penegak hukum adalah kunci utama dalam perjuangan ini. Ia meyakini bahwa dengan adanya kolaborasi yang solid, ruang gerak para sindikat narkotika akan semakin sempit dan terbatas.
"Masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus aktif menjaga lingkungan masing-masing agar tidak menjadi sarang peredaran," pesannya.
Langkah pencegahan juga mulai menyasar ranah internal birokrasi melalui tes urine mendadak di sejumlah kantor pemerintahan. Temuan adanya pihak yang positif menggunakan narkoba di lingkungan instansi menjadi perhatian serius yang memerlukan evaluasi mendalam.
Upaya bersih-bersih di tubuh pemerintahan ini dinilai sebagai langkah berani untuk memastikan bahwa pelayanan publik bebas dari pengaruh zat adiktif.
Dalam sebuah video yang diterima pada Senin (27/4/2026), Irwanto menegaskan bahwa memerangi narkoba bukanlah tugas kepolisian semata, melainkan tanggung jawab moral seluruh elemen bangsa.
"Kalangan akademisi siap berada di garda terdepan untuk menyokong setiap upaya pemerintah daerah dan kepolisian dalam memutus mata rantai barang terlarang tersebut demi kepentingan bersama," ucapnya.
Motivasi terbesar di balik dukungan masif ini adalah kekhawatiran yang mendalam terhadap masa depan generasi muda di Kabupaten Bengkalis. Sebagai daerah yang rentan, pemuda Bengkalis harus dilindungi agar tetap memiliki lingkungan yang sehat, produktif, dan berkualitas.
"Tanpa adanya tindakan tegas hari ini, masa depan generasi penerus dipertaruhkan akibat ancaman zat adiktif yang merusak tatanan sosial dan mental," kata Irwanto.
Irwanto berharap visi besar mewujudkan Bengkalis sebagai daerah bersih narkoba dapat segera tercapai melalui konsistensi kolaborasi antara penegakan hukum yang agresif dan langkah preventif yang terukur.
"Dengan penguatan komitmen dari semua pihak, diharapkan angka peredaran narkoba dapat ditekan hingga level terendah, demi menjamin masa depan generasi yang lebih gemilang, aman, dan berintegritas," pungkasnya.
Komentar