Saluran Air Menyempit di Sungai Pakning, Warga Harapkan Perhatian dan Penanganan Serius
SUNGAI PAKNING - SuaraXPost – Kondisi saluran air atau parit di wilayah Kelurahan Sungai Pakning, Kecamatan Bukit Batu, menjadi perhatian warga setempat. Parit yang diduga mengalami penyempitan dan pendangkalan ini telah berlangsung cukup lama, bahkan disebut-sebut lebih dari satu dekade tanpa penanganan yang optimal.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aliran parit terlihat sempit dan dipenuhi rumput serta sampah, sehingga menghambat kelancaran arus air. Di sejumlah titik juga terlihat sedimentasi yang cukup parah, membuat kapasitas tampung air semakin berkurang.
Keluhan terkait kondisi ini juga dilaporkan masyarakat melalui kanal Suara Warga di media SuaraXPost, sebagai bentuk aspirasi publik agar persoalan drainase yang dinilai telah berlangsung lama ini mendapat perhatian lebih serius dari pihak terkait.
Warga yang tinggal di sepanjang aliran parit mengaku kondisi ini kerap menimbulkan genangan air, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Bahkan, beberapa rumah warga dilaporkan terdampak banjir akibat meluapnya air dari saluran tersebut.
Menurut keterangan masyarakat, persoalan ini telah berulang kali disampaikan melalui berbagai jalur, mulai dari tingkat RT dan RW hingga ke pihak kelurahan. Informasi yang dihimpun, persoalan ini juga telah disampaikan langsung kepada pihak lurah, dan dalam waktu dekat direncanakan akan dilaksanakan gotong royong bersama melibatkan seluruh RT dan RW sebagai langkah awal penanganan saluran air tersebut.
Meski demikian, warga menilai persoalan ini membutuhkan penanganan yang lebih menyeluruh, tidak hanya sebatas pembersihan rutin, tetapi juga normalisasi drainase agar persoalan banjir tidak terus berulang.
Warga juga menyayangkan minimnya respons dari sejumlah pihak terkait di wilayah tersebut. Termasuk perwakilan dewan yang berdomisili di kawasan itu, yang menurut sebagian warga dinilai belum menunjukkan perhatian maksimal terhadap persoalan lingkungan yang telah lama dikeluhkan masyarakat.
Selain itu, warga menyoroti bahwa parit ini merupakan bagian dari aliran drainase yang terhubung dengan kawasan sekitar, termasuk area aktivitas industri di Sungai Pakning. Karena itu, masyarakat berharap adanya sinergi dan kepedulian dari berbagai pihak untuk bersama-sama mencari solusi.
Ketua Laskar Melayu RMRB Bengkalis turut menyesalkan kondisi tersebut. Ia menilai persoalan lingkungan seperti penyempitan saluran air dan ancaman banjir seharusnya menjadi perhatian bersama, termasuk para wakil rakyat yang berdomisili di wilayah itu. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan sekitar merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Warga berharap ke depan ada langkah konkret seperti normalisasi parit, pembersihan rutin, serta perbaikan sistem drainase agar aliran air kembali lancar dan tidak lagi menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitar.
"Kami hanya ingin ada perhatian dan solusi, supaya ke depan tidak lagi terjadi banjir di lingkungan kami," ujar salah satu warga.
Dengan kondisi ini, masyarakat berharap adanya respons yang lebih cepat serta koordinasi lintas pihak, termasuk pemerintah setempat, unsur masyarakat, dan perwakilan dewan, guna menjaga kenyamanan dan keselamatan lingkungan di wilayah Sungai Pakning.
Hingga berita ini disusun, rencana gotong royong disebut menjadi langkah awal yang diharapkan dapat segera direalisasikan sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.
Komentar